Senin, 28 September 2020

Day 7 : My Favorite Movie


Source: Wikipedia

Tema ini bikin saya ingat dengan sahabat saya yang penggila film. Hampir semua film dilahapnya. Setiap kali saya chat, saat dia tidak sedang di kantor dan saya tanya, "Lagi apa?" jawabannya hampir dapat dipastikan adalah, "Nonton film." Selain itu jawaban lainnya adalah, "Duduk." Dua jawaban itu persentasenya 80-20, lah. Ia pun terbuka terhadap segala jenis film. Mulai dari film hollywood, China, Indonesia, Jepang, drama korea, serial barat, hanya India sih yang saya rasanya tidak pernah dengar. Genrenya pun macam-macam mulai dari science fiction, komedi, misteri, thriller, sampai romcom. Intinya dia tidak pilih-pilih genre. Seringkali dia tidak hapal judul film yang sudah ditontonnya tapi saat saya ceritakan sedikit alurnya, dia pasti bilang, "Sudah nonton." Menjadi penikmat film tanpa jeda bagi saya adalah sebuah kemampuan super yang tidak semua orang punya karena saya tipe orang yang butuh jeda untuk menikmati film baru lagi jika film sebelumnya terlalu berkesan karena akhir yang manis atau malah tragis. 

Minggu, 27 September 2020

Day 6 : Single and Happy #30DaysWritingChallenge




Source : https://bit.ly/33YB8jc


Dari kemarin saya bingung mau menulis apa untuk tema hari ini. Ingin menulis soal masa-masa single yang sudah ratusan tahun lalu sepertinya bakal jadi super cheesy ya. Apa yang dahulu saya anggap sweet, menggemaskan, unyu-unyu, belum tentu seperti itu jika saya ceritakan kembali sekarang. Di saat-saat bingung mau menulis apa, saya berseluncurlah ke blognya Tansis yang sudah menulis tentang tema ini dan saya kemudian mendapat pencerahan.

Jumat, 25 September 2020

Day 5 : My Parents #30DaysWritingChallenge

Source:https://everydaypower.com/parents-quotes-and-sayings/


 "Ini Ibu Budi."

"Ini Bapak Budi."

Familiar ya dengan kalimat di atas? Tansis pastinya paham, sih. Karena kalau nggak salah dia seangkatan dengan Ibu Rahmani Rauf, penemu alat peraga metode baca "Ini Budi" yang dulu dianggap cara paling mudah untuk belajar membaca. Metode belajar baca ini disebut sebagai Struktur Analitik Sintesis (SAS). Struktur menampilkan keseluruhan dan memperkenalkan kalimat yang utuh, analitik melakukan proses penguraian, sintetis melakukan penggabungan kembali kepada bentuk struktural semula. Proses penguraian dan penganalisisan dalam pembelajaran membaca,  menulis permulaan dengan metode SAS, yaitu kalimat menjadi kata, kata menjadi suku-suku kata, suku kata menjadi huruf-huruf.

Rabu, 23 September 2020

Day 4 : Places You Want To Visit #30DaysWritingChallenge

 

Source:https://wallpaperaccess.com/ireland-scenery

Hari ketiga. Komitmen mulai diuji, gaes. Untung Piah terus-terusan ngetag di IG Story sebagai bentuk motivasi eksternal untuk melanjutkan tantangan ini. Makasee, Piah. Temanya tentang tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi. Sebagai manusia banyak mau, banyak tempat juga di dunia ini yang saya ingin kunjungi dan selalu berubah-ubah tergantung mood, apa yang dilihat, dan apa yang lagi hype. 😂 Pernah di suatu periode masa tertentu saya ingin sekali ke Belanda. Alasannya, pada masa penjajahan Belanda, banyak arsip-arsip Indonesia yang dibawa ke Belanda. Arsip-arsip yang jumlahnya ribuan tersebut, sampai sekarang masih tersimpan rapi di Belanda. Arsip-arsip itu sangat penting bagi sejarah bangsa. Itu kata detik.com. Tapi kalau alasan saya mau ke Belanda sih ya karena ada Tan Sis aja. Paling tidak, gak akan nyasar. HAHAHA...

Senin, 21 September 2020

Day 3 : A Memory #30DaysWritingChallenge

Source:shorturl.at/xJKTY

Mengetik "a memory" berarti memutar semua kenangan-kenangan paling kuat yang berlomba-lomba untuk eksis di blog ini. HAHAHA… Tapi kemudian saya memilih satu kenangan. Bukan yang paling menyenangkan, bukan yang paling menyedihkan, bukan pula yang paling kuat dalam ingatan. Tapi kenangan inilah yang mungkin akan terus saya rekam sebagai salah satu ingatan paling hangat dalam hidup saya.